10 Cara mengatasi Hipertiroid Secara Alami menggunakan produk herbal

Hipertiroid adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh, sehingga produksi hormon yang berlebihan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Beberapa penyebab hipertiroidisme meliputi:

  1. Penyakit Graves: Ini adalah penyebab paling umum dari hipertiroidisme. Penyakit Graves adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan merangsangnya untuk menghasilkan hormon tiroid berlebihan.

  2. Kelenjar tiroid bengkak atau nodular: Adanya benjolan atau pembesaran pada kelenjar tiroid (struma) dapat menyebabkan produksi hormon tiroid yang berlebihan.

  3. Tiroiditis subakut: Ini adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan pelepasan hormon tiroid yang tersimpan di dalamnya, sehingga menyebabkan gejala hipertiroidisme sementara.

  4. Efek samping obat: Beberapa obat, seperti obat-obatan yang mengandung iodine, amiodarone, atau obat-obatan untuk depresi, dapat menyebabkan hipertiroidisme sebagai efek sampingnya.

  5. Tiroid berlebihan: Penggunaan hormon tiroid sintetis dalam dosis yang terlalu tinggi untuk pengobatan hipotiroidisme dapat menyebabkan hipertiroidisme.

  6. Kanker tiroid: Meskipun jarang, kanker tiroid dapat menyebabkan produksi hormon tiroid yang berlebihan.

Hipertiroidisme dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk peningkatan denyut jantung, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kelelahan, tremor, kecemasan, gangguan tidur, dan sensitivitas terhadap panas. Jika Anda mengalami gejala ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Berikut adalah 10 cara mengatasi Hipertiroid secara alami menggunakan produk herbal:

  1. Kacang-kacangan dan biji-bijian: Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang lentil, kacang hitam, dan biji-bijian seperti beras coklat dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon tiroid.

  2. Daun Seledri: Minum jus seledri secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hipertiroidisme karena kandungan antiinflamasi dan antioksidannya.

  3. Kacang Brazil: Kacang Brazil kaya akan selenium, mineral yang penting untuk kesehatan tiroid. Mengonsumsi kacang ini secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid.

  4. Jahe: Jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid seperti peradangan dan pembengkakan.

  5. Ginseng Siberia: Ginseng Siberia dapat membantu mengatur produksi hormon tiroid dan meningkatkan fungsi kelenjar tiroid.

  6. Licorice Root: Akar licorice mengandung senyawa yang dapat membantu menormalkan produksi hormon tiroid.

  7. Ashwagandha: Ashwagandha adalah tanaman adaptogen yang dapat membantu menyeimbangkan hormon tiroid.

  8. Rimpang Kunyit: Kunyit mengandung kurkumin, senyawa antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid.

  9. Buah-buahan Beri: Buah-buahan beri seperti blueberry dan raspberry mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak kelenjar tiroid.

  10. Daun Mint: Daun mint dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid seperti kecemasan dan meningkatkan fungsi pencernaan.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengonsumsi produk herbal, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan lainnya.

Bagaimana Cara Konsumsinya? Berikut ini penjelasan selengkapnya

Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung nutrisi penting yang dapat membantu mengatasi hipertiroid secara alami. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana kacang-kacangan dan biji-bijian dapat membantu:

Kacang-kacangan seperti kacang lentil, kacang hitam, dan biji-bijian seperti beras coklat mengandung sejumlah nutrisi penting, termasuk selenium, zinc, dan serat. Selenium, misalnya, merupakan mineral yang penting untuk kesehatan tiroid karena membantu mengatur produksi hormon tiroid.

Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga kaya akan serat, yang dapat membantu mengatur metabolisme dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan ini bisa menjadi faktor yang memperburuk gejala hipertiroid.

Dengan mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian secara teratur, Anda dapat memperoleh nutrisi penting ini dan membantu menyeimbangkan kadar hormon tiroid secara alami. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengubah pola makan atau mengonsumsi herbal, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang spesifik.

Daun seledri mengandung banyak nutrisi dan senyawa aktif yang dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana daun seledri dapat membantu:

  1. Antiinflamasi: Daun seledri mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang dapat meningkat selama kondisi hipertiroid.

  2. Antioksidan: Daun seledri juga kaya akan antioksidan, seperti vitamin C dan flavonoid, yang membantu melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh.

  3. Menstabilkan hormon: Daun seledri dapat membantu menyeimbangkan produksi hormon, termasuk hormon tiroid, sehingga dapat membantu mengurangi gejala yang terkait dengan hipertiroid.

  4. Detoksifikasi: Daun seledri memiliki sifat detoksifikasi yang dapat membantu membersihkan racun dalam tubuh, yang dapat membantu mengurangi beban kerja kelenjar tiroid.

  5. Menjaga kesehatan pencernaan: Serat dalam daun seledri dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal, termasuk nutrisi yang dibutuhkan oleh kelenjar tiroid.

Mengonsumsi jus seledri secara teratur atau menggunakan daun seledri sebagai bahan tambahan dalam masakan Anda dapat membantu mendukung kesehatan tiroid Anda secara alami. Namun, selalu konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengonsumsi herbal, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik.

Kacang Brazil mengandung selenium, mineral yang penting untuk kesehatan tiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana kacang Brazil dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid:

  1. Selenium dan kesehatan tiroid: Selenium merupakan nutrisi yang sangat penting untuk fungsi tiroid yang sehat. Kelenjar tiroid menggunakan selenium untuk menghasilkan hormon tiroid, yang penting untuk mengatur metabolisme tubuh. Kekurangan selenium dapat mempengaruhi produksi hormon tiroid dan memperburuk gejala hipertiroid.

  2. Antiinflamasi: Kacang Brazil juga mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon tiroid.

  3. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh: Selenium juga penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh, tubuh dapat lebih baik dalam menanggapi gangguan yang mungkin memengaruhi kesehatan tiroid.

  4. Dosis yang disarankan: Meskipun kacang Brazil mengandung selenium, terlalu banyak selenium juga dapat berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Sebagai panduan, beberapa kacang Brazil sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan selenium harian.

Mengonsumsi kacang Brazil secara teratur dalam jumlah yang tepat dapat membantu memastikan asupan selenium yang cukup untuk kesehatan tiroid yang optimal. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengonsumsi herbal, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang spesifik atau sedang dalam pengobatan medis.

Jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana jahe dapat membantu:

  1. Antiinflamasi: Jahe mengandung senyawa-senyawa aktif seperti gingerol, yang memiliki sifat antiinflamasi. Ini dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang dapat meningkat selama kondisi hipertiroid.

  2. Meningkatkan pencernaan: Jahe juga dapat membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi. Kesehatan pencernaan yang baik penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan tiroid.

  3. Mengurangi mual: Beberapa orang dengan hipertiroidisme juga mengalami gejala mual. Jahe telah terbukti membantu mengurangi mual dan muntah.

  4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Jahe memiliki efek positif pada sistem kekebalan tubuh, yang dapat membantu tubuh melawan infeksi dan gangguan lainnya yang dapat memperburuk kondisi hipertiroid.

  5. Cara mengonsumsi: Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, sebagai tambahan dalam masakan, atau dalam bentuk teh jahe hangat. Mengonsumsi jahe secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun jahe memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sebaiknya konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengonsumsinya secara berlebihan, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik.

Ginseng Siberia adalah tanaman yang dapat membantu mengatur produksi hormon tiroid dan meningkatkan fungsi kelenjar tiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana ginseng Siberia dapat membantu:

  1. Adaptogen: Ginseng Siberia termasuk dalam kategori tanaman adaptogen, yang berarti dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap stres fisik, emosional, dan lingkungan. Gangguan tiroid sering kali terkait dengan stres, dan ginseng Siberia dapat membantu mengurangi dampak negatif stres pada kesehatan tiroid.

  2. Mengatur hormon: Ginseng Siberia diketahui memiliki efek menyeimbangkan pada hormon, termasuk hormon tiroid. Ini dapat membantu mengatur produksi hormon tiroid yang berlebihan yang terjadi pada hipertiroidisme.

  3. Meningkatkan energi: Ginseng Siberia juga dikenal dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan, yang sering kali menjadi gejala yang dialami oleh penderita hipertiroidisme.

  4. Meningkatkan fungsi kelenjar tiroid: Dengan mengatur produksi hormon tiroid, ginseng Siberia dapat membantu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid secara keseluruhan.

  5. Cara mengonsumsi: Ginseng Siberia dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau teh. Sebelum mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli herbal atau dokter untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Meskipun ginseng Siberia memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tiroid, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan ahli. Jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Akar licorice mengandung senyawa yang dapat membantu menormalkan produksi hormon tiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana akar licorice dapat membantu:

  1. Efek pada kelenjar tiroid: Licorice memiliki senyawa yang disebut glycyrrhizin, yang dapat membantu menormalkan fungsi kelenjar tiroid. Ini berarti licorice dapat membantu mengatur produksi hormon tiroid, baik dalam kondisi hipotiroidisme maupun hipertiroidisme.

  2. Antiinflamasi: Licorice juga memiliki sifat antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan tiroid dan menyebabkan gejala hipertiroidisme.

  3. Efek pada hormon kortisol: Licorice juga dapat mempengaruhi produksi hormon kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon stres yang dapat memengaruhi fungsi tiroid. Licorice dapat membantu mengurangi stres dan dampak negatifnya pada kesehatan tiroid.

  4. Meningkatkan fungsi pencernaan: Licorice dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan, yang penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal. Nutrisi yang cukup dan penyerapan yang baik dapat mendukung kesehatan tiroid yang optimal.

  5. Cara mengonsumsi: Licorice dapat dikonsumsi dalam bentuk teh atau ekstrak. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli herbal atau dokter sebelum mengonsumsinya, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik.

Meskipun licorice memiliki manfaat untuk kesehatan tiroid, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan ahli. Jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi licorice.

Ashwagandha adalah tanaman adaptogen yang dapat membantu menyeimbangkan hormon tiroid. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana ashwagandha dapat membantu:

  1. Menyeimbangkan hormon: Ashwagandha dapat membantu menormalkan produksi hormon tiroid. Ini berarti bahwa tanaman ini dapat membantu mengatasi kondisi hipertiroidisme dengan mengurangi produksi hormon tiroid yang berlebihan.

  2. Mengurangi stres: Ashwagandha dikenal sebagai adaptogen yang membantu tubuh beradaptasi dengan stres. Stres kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon tiroid. Dengan mengurangi stres, ashwagandha dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

  3. Meningkatkan energi: Ashwagandha juga dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan, yang sering kali menjadi gejala yang dialami oleh penderita hipertiroidisme.

  4. Efek antiinflamasi: Ashwagandha juga memiliki sifat antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan tiroid dan menyebabkan gejala hipertiroidisme.

  5. Cara mengonsumsi: Ashwagandha dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau teh. Sebelum mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli herbal atau dokter untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Meskipun ashwagandha memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tiroid, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan ahli. Jika Anda sedang dalam pengobatan medis atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana kunyit dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid:

  1. Antiinflamasi: Kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan tiroid dan menyebabkan gejala hipertiroidisme.

  2. Antioksidan: Kunyit juga kaya akan antioksidan, yang dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memengaruhi kesehatan tiroid.

  3. Mengatur sistem kekebalan tubuh: Kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh, yang dapat membantu tubuh melawan infeksi dan gangguan lainnya yang dapat memperburuk kondisi hipertiroid.

  4. Meningkatkan fungsi hati: Kunyit juga dapat membantu meningkatkan fungsi hati, yang penting untuk mengubah hormon tiroid menjadi bentuk yang aktif dalam tubuh.

  5. Cara mengonsumsi: Kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, sebagai bumbu dalam masakan, atau dalam bentuk suplemen. Mengonsumsi kunyit secara teratur dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun kunyit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tiroid, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan atau tanpa pengawasan ahli. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit.

Buah-buahan beri seperti blueberry, raspberry, dan strawberry mengandung antioksidan yang tinggi serta serat yang baik bagi tubuh. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang manfaat buah beri untuk kesehatan, termasuk dalam mengatasi hipertiroid:

  1. Antioksidan: Buah beri mengandung antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel-sel dan menyebabkan peradangan, yang dapat memperburuk kondisi hipertiroid.

  2. Antiinflamasi: Kandungan antioksidan dalam buah beri juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang dapat terjadi pada penderita hipertiroid.

  3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Vitamin C dalam buah beri juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang penting untuk melawan infeksi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

  4. Menjaga kesehatan jantung: Serat dalam buah beri membantu menjaga kesehatan jantung dengan mengontrol kadar kolesterol dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

  5. Mengatur gula darah: Buah beri juga dapat membantu mengatur gula darah, yang penting untuk penderita hipertiroid yang mungkin juga memiliki risiko diabetes.

  6. Cara mengonsumsi: Buah beri dapat dikonsumsi segar, dalam bentuk jus, atau ditambahkan ke dalam yogurt atau salad.

Meskipun buah beri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sebaiknya konsumsi dengan variasi buah dan dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang dalam pengobatan medis, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsinya secara berlebihan.

Daun mint dapat memberikan beberapa manfaat untuk membantu mengatasi gejala hipertiroid, meskipun tidak secara langsung mengobati kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa cara di mana daun mint dapat membantu:

  1. Mengurangi gejala stres dan kecemasan: Hipertiroidisme dapat menyebabkan gejala stres dan kecemasan. Aroma dari daun mint diketahui dapat memberikan efek menenangkan dan membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

  2. Membantu pencernaan: Masalah pencernaan seperti perut kembung dan diare dapat terjadi pada beberapa kasus hipertiroidisme. Daun mint dapat membantu meredakan gejala ini dan membantu pencernaan menjadi lebih lancar.

  3. Memberikan sensasi dingin: Daun mint mengandung mentol, yang memberikan sensasi dingin pada tubuh. Ini dapat membantu meredakan sensasi panas yang mungkin dirasakan oleh penderita hipertiroidisme.

  4. Menyegarkan napas: Kandungan mentol dalam daun mint juga membantu menyegarkan napas, yang dapat bermanfaat jika hipertiroidisme menyebabkan mulut kering atau bau mulut.

  5. Mengurangi mual: Beberapa penderita hipertiroidisme juga mengalami mual. Aroma dan rasa dari daun mint diketahui dapat membantu mengurangi rasa mual.

Meskipun daun mint dapat memberikan beberapa manfaat ini, sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter. Jika Anda menderita hipertiroidisme, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Mau Cara Praktis Mengatasi Hipertiroid?
Konsumsi aja Curmozed